Showing posts with label Sholat. Show all posts
Showing posts with label Sholat. Show all posts

Monday, September 13, 2010

Macam-Macam Shalat Sunnah

Shalat sunnah itu ada dua macam:

1. Shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah
2. Shalat sunnah yang tidak disunnahkan dilakukan secara berjamaah

A. Shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah

1. Shalat Idul Fitri

2. Shalat Idul Adha

Ibnu Abbas Ra. berkata: “Aku shalat Idul Fithri bersama Rasulullah SAW dan Abu bakar dan Umar, beliau semua melakukan shalat tersebut sebelum khutbah.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

Dilakukan 2 raka’at. Pada rakaat pertama melakukan tujuh kali takbir (di luar Takbiratul Ihram) sebelum membaca Al-Fatihah, dan pada raka’at kedua melakukan lima kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah.

3. Shalat Kusuf (Gerhana Matahari)

4. Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)

Ibrahim (putra Nabi SAW) meninggal dunia bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari. Beliau SAW bersabda:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda (kebesaran) Allah SWT. Tidak terjadi gerhana karena kematian seseorang, tidak juga karena kehidupan (kelahiran) seseorang. Apabila kalian mengalaminya (gerhana), maka shalatlah dan berdoalah, sehingga (gerhana itu) berakhir.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah ibnu Amr, bahwasannya Nabi SAW memerintahkan seseorang untuk memanggil dengan panggilan “ashsholaatu jaami’ah” (shalat didirikan dengan berjamaah). (HR Imam Bukhari dan Muslim)

Dilakukan dua rakaat, membaca Al-Fatihah dan surah dua kali setiap raka’at, dan melakukan ruku’ dua kali setiap raka’at.

5. Shalat Istisqo’

Dari Ibnu Abbas Ra., bahwasannya Nabi SAW shalat istisqo’ dua raka’at, seperti shalat ‘Id. (HR Imam Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

Tata caranya seperti shalat ‘Id.

6. Shalat Tarawih (sudah dibahas)

Dari ‘Aisyah Rda., bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat di masjid pada suatu malam. Maka orang-orang kemudian mengikuti shalat beliau. Nabi shalat (lagi di masjid) pada hari berikutnya, jamaah yang mengikuti beliau bertambah banyak. Pada malam ketiga dan keempat, mereka berkumpul (menunggu Rasulullah), namun Rasulullah SAW tidak keluar ke masjid. Pada paginya Nabi SAW bersabda: “Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan tadi malam, namun aku tidak keluar karena sesungguhnya aku khawatir bahwa hal (shalat) itu akan difardlukan kepada kalian.” ‘Aisyah Rda. berkata: “Semua itu terjadi dalam bulan Ramadhan.” (HR Imam Muslim)

Jumlah raka’atnya adalah 20 dengan 10 kali salam, sesuai dengan kesepakatan shahabat mengenai jumlah raka’at dan tata cara shalatnya.

7. Shalat Witir yang mengiringi Shalat Tarawih

Adapun shalat witir di luar Ramadhan, maka tidak disunnahkan berjamaah, karena Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya.

B. Shalat sunnah yang tidak disunnahkan berjamaah

1. Shalat Rawatib (Shalat yang mengiringi Shalat Fardlu), terdiri dari:

a. 2 raka’at sebelum shubuh
b. 4 raka’at sebelum Dzuhur (atau Jum’at)
c. 4 raka’at sesudah Dzuhur (atau Jum’at)
d. 4 raka’at sebelum Ashar
e. 2 raka’at sebelum Maghrib
f. 2 raka’at sesudah Maghrib
g. 2 raka’at sebelum Isya’
h. 2 raka’at sesudah Isya’

Dari 22 raka’at rawatib tersebut, terdapat 10 raka’at yang sunnah muakkad (karena tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW), berdasarkan hadits:

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga (melakukan) 10 rakaat (rawatib), yaitu: 2 raka’at sebelum Dzuhur dan 2 raka’at sesudahnya, 2 raka’at sesudah Maghrib di rumah beliau, 2 raka’at sesudah Isya’ di rumah beliau, dan 2 raka’at sebelum Shubuh … (HR Imam Bukhari dan Muslim).

Adapun 12 rakaat yang lain termasuk sunnah ghairu muakkad, berdasarkan hadits-hadits berikut:

a. Dari Ummu Habibah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa senantiasa melakukan shalat 4 raka’at sebelum Dzuhur dan 4 raka’at sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

2 raka’at sebelum Dzuhur dan 2 raka’at sesudahnya ada yang sunnah muakkad dan ada yang ghairu muakkad.

b. Nabi SAW bersabda:

“Allah mengasihi orang yang melakukan shalat empat raka’at sebelum (shalat) Ashar.” (HR Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Huzaimah)

Shalat sunnah sebelum Ashar boleh juga dilakukan dua raka’at berdasarkan Sabda Nabi SAW:

“Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)

c. Anas Ra berkata:

“Di masa Rasulullah SAW kami shalat dua raka’at setelah terbenamnya matahari sebelum shalat Maghrib…” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

Nabi SAW bersabda:

“Shalatlah kalian sebelum (shalat) Maghrib, dua raka’at.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

d. Nabi SAW bersabda:

“Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)

Hadits ini menjadi dasar untuk seluruh shalat sunnah 2 raka’at qobliyah (sebelum shalat fardhu), termasuk 2 raka’at sebelum Isya’.

2. Shalat Tahajjud (Qiyamullail)

Al-Qur’an surah Al-Israa’ ayat 79, As-Sajdah ayat 16 – 17, dan Al-Furqaan ayat 64. Dilakukan dua raka’at-dua raka’at dengan jumlah raka’at tidak dibatasi.

Dari Ibnu Umar Ra. bahwa Nabi SAW bersabda: “Shalat malam itu dua (raka’at)-dua (raka’at), apabila kamu mengira bahwa waktu Shubuh sudah menjelang, maka witirlah dengan satu raka’at.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

3. Shalat Witir di luar Ramadhan

Minimal satu raka’at dan maksimal 11 raka’at. Lebih utama dilakukan 2 raka’at-2 raka’at, kemudian satu raka’at salam. Boleh juga dilakukan seluruh raka’at sekaligus dengan satu kali Tasyahud dan salam.

Dari A’isyah Rda. Bahwasannya Rasulullah SAW shalat malam 13 raka’at, dengan witir 5 raka’at di mana beliau Tasyahud (hanya) di raka’at terakhir dan salam. (HR Imam Bukhari dan Muslim)

Beliau juga pernah berwitir dengan tujuh dan lima raka’at yang tidak dipisah dengan salam atau pun pembicaraan. (HR Imam Muslim)

4. Shalat Dhuha

Dari A’isyah Rda., adalah Nabi SAW shalat Dhuha 4 raka’at, tidak dipisah keduanya (tiap shalat 2 raka’at) dengan pembicaraan.” (HR Abu Ya’la)

Dari Abu Hurairah Ra., bahwasannya Nabi pernah Shalat Dhuha dengan dua raka’at (HR Imam Bukhari dan Muslim)

Dari Ummu Hani, bahwasannya Nabi SAW masuk rumahnya (Ummu Hani) pada hari Fathu Makkah (dikuasainya Mekkah oleh Muslimin), beliau shalat 12 raka’at, maka kata Ummu Hani: “Aku tidak pernah melihat shalat yang lebih ringan daripada shalat (12 raka’at) itu, namun Nabi tetap menyempurnakan ruku’ dan sujud beliau.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

5. Shalat Tahiyyatul Masjid

Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga shalat dua raka’at.” (HR Jama’ah Ahli Hadits)

6. Shalat Taubat

Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang berdosa, kemudian ia bangun berwudhu kemudian shalat dua raka’at dan memohon ampunan kepada Allah, kecuali ia akan diampuni.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain-lain)

7. Shalat Tasbih

Yaitu shalat empat raka’at di mana di setiap raka’atnya setelah membaca Al-Fatihah dan Surah, orang yang shalat membaca: Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar sebanyak 15 kali, dan setiap ruku’, i’tidal, dua sujud, duduk di antara dua sujud, duduk istirahah (sebelum berdiri dari raka’at pertama), dan duduk tasyahud (sebelum membaca bacaan tasyahud) membaca sebanyak 10 kali (Total 75 kali setiap raka’at). (HR Abu Dawud dan Ibnu Huzaimah)

8. Shalat Istikharah

Dari Jabir bin Abdillah berkata: “Adalah Rasulullah SAW mengajari kami Istikharah dalam segala hal … beliau SAW bersabda: ‘apabila salah seorang dari kalian berhasrat pada sesuatu, maka shalatlah dua rakaat di luar shalat fardhu …dan menyebutkan perlunya’ …” (HR Jama’ah Ahli Hadits kecuali Imam Muslim)

9. Shalat Hajat

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang, maka wudhulah dan baguskan wudhu tersebut, kemudian shalatlah dua raka’at, setelah itu pujilah Allah, bacalah shalawat, atas Nabi SAW, dan berdoa …” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

10. Shalat 2 rakaat di masjid sebelum pulang ke rumah

Dari Ka’ab bin Malik: “Adalah Nabi SAW apabila pulang dari bepergian, beliau menuju masjid dan shalat dulu dua raka’at.” (HR Bukhari dan Muslim)

11. Shalat Awwabiin

Al-Qur’an surah Al-Israa’ ayat 25

Dari Ammar bin Yasir bahwa Nabi SAW bersabda: “Barang siapa shalat setelah shalat Maghrib enam raka’at, maka diampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih lautan.” (HR Imam Thabrani)

Ibnu Majah, Ibnu Huzaimah, dan Tirmidzi meriwayatkan hadits serupa dari Abu Hurairah Ra. Nabi SAW bersabda: “Barang siapa shalat enam raka’at antara Maghrib dan Isya’, maka Allah mencatat baginya ibadah 12 raka’at.” (HR Imam Tirmidzi)

12. Shalat Sunnah Wudhu’

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berwudhu, ia menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua raka’at, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

13. Shalat Sunnah Mutlaq

Nabi SAW berpesan kepada Abu Dzar al-Ghiffari Ra.: “Shalat itu sebaik-baik perbuatan, baik sedikit maupun banyak.” (HR Ibnu Majah)

Dari Abdullah bin Umar Ra.: “Nabi SAW bertanya: ‘Apakah kamu berpuasa sepanjang siang?’ Aku menjawab: ’Ya.’ Beliau bertanya lagi: ‘Dan kamu shalat sepanjang malam?’ Aku menjawab: ’Ya.’ Beliau bersabda: ’Tetapi aku puasa dan berbuka, aku shalat tapi juga tidur, aku juga menikah, barang siapa tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku’.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits terakhir ini menunjukkan bahwa shalat sunnah bisa dilakukan dengan jumlah raka’at yang tidak dibatasi, namun makruh dilakukan sepanjang malam, karena Nabi sendiri tidak menganjurkannnya demikian. Ada waktu untuk istirahat dan untuk istri/suami.

BEBERAPA MASALAH BERKAITAN DENGAN SHALAT SUNNAH

  • Shalat Sunnah Lebih Utama Dilakukan di Rumah.
    Terkecuali dalam shalat-shalat yang secara khusus telah dijelaskan dengan dalil yang lebih rinci. Hal ini berda-sarkan keumuman hadits dari Zaid bin Tsabit Radhiallaahu anh, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Shalatlah kalian wahai manusia di dalam rumah kalian, karena sesung-guhnya shalat yang paling utama adalah shalatnya seseorang di dalam rumah-nya, kecuali shalat maktubah.” (HR. Syaikhoni)

  • Rutin Menunaikan Shalat Tathawwu’ lebih Utama Meskipun Sedikit.
    Diriwayatkan dari Aisyah Radhiallaahu anha, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Wahai manusia hendaknya kalian beramal sesuai dengan kemampuan, karena sesungguhnya Allah itu tidak akan bosan, sehingga kalian sendiri yang bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan terus menerus meskipun sedikit.” (Muttafaq ‘alaih).

  • Duduk dalam Shalat Sunnah
    Dari Imran bin Hushain ia bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam tentang sese- orang yang shalat dalam keadaan duduk, maka beliau menjawab, “Jika ia shalat dengan berdiri, maka itu lebih utama, barang siapa yang shalat dengan duduk, maka ia mendapat separuh pahala orang yang berdiri dan barang siapa yang shalat dengan berbaring, maka ia mendapat pahala separuh orang yang duduk.”(HR. Al-Bukhari)
    Berkata at-Tirmidzi, “Menurut sebagian ulama yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah shalat sunnah.”

  • Shalat Sunnah di atas Kendaraan
    Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu ia berkata, “Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam melakukan shalat di atas kendaraan ke manapun beliau menghadap, beliau juga berwitir di atasnya. Hanya saja ia tidak melakukan hal itu dalam shalat wajib (maktubah.”

  • Shalat Sunnah ketika Safar
    Tidak ada petunjuk dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam tentang shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat wajib ketika dalam kondisi safar kecuali qabliyah Subuh. Yang biasa beliau lakukan adalah shalat sunnah muthlaq.
    Dari Amir bin Rubaiah ia berkata, “Aku melihat Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam di atas onta melakukan shalat dengan isyarat kepalanya. Beliau menghadap ke arah mana saja (tidak harus mengarah kiblat, red). Tidak pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam melakukan yang demikian di dalam shalat wajib.” (Muttafaq ‘alaih)

  • Shalat Sunnah dengan Berjama’ah
    Diperbolehkan shalat sunnah dengan berjama’ah, akan tetapi tidak boleh menyengaja secara terus mene-rus. Anas bin Malik Radhiallaahu anhu menceritakan, bahwa neneknya -Malikah-, pernah mengundang Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam untuk makan di rumahnya. Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam memenuhi undangan tersebut, dan seusai makan beliau bersabda, “Berdirilah kalian semua, aku akan shalat untuk kalian.”

  • Shalat yang Utama adalah yang Panjang Bacaannya.
    Dari Jabirzia berkata, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Shalat yang paling utama adalah yang panjang berdirinya (baca-annya, red).” (HR. Muslim)
    Sumber : Buletin, “Ashshalawatu ghairul mafrudhah.” Abdullah al-Qarni.

Wallahu a’lam
Sumber: http://orgawam.wordpress.com/2008/05/27/macam-macam-shalat-sunnah/

http://www.alsofwah.or.id/cetakannur.php?id=158

http://groups.yahoo.com/

Mandi

MANDI
1. Hukum mandi

Bagi orang yang akan shalat, tidak sah sholatnya jika masih mempunyai hadats besar. Hadats yang disebabkan bersetubuh, keluar mani, haid, nifas dan melahirkan. Hadats besar dapat di hilangkan dengan mandi. Atau mandi wajib, atau mandi hadats besar. Hukm mandi ini adalah wajib.

2. Sebab – sebab yang mewajibkan mandi.

Hal – hal yang menyebabkan seseorang wajib mandi ada 6, yaitu :
a. bersetubuh ( walaupun tidak keluar air mani )
b. keluar air mani ( baik karena bersetubuh maupun karena mimpi atau sebab lainnya ).
c. Mati yang bukan mati syahid ( orang yang mati syahid tidak wajib di mandikan )
d. Selesai haid ( mestruasi ), yaitu keluarnya darah dari rahim wanita setelah berusia 9 tahun setiap bulan sebagai bagian dari sirklus biologisnya.
e. Selesai nifas, yaitu darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan.
f. Wiladah ( melahirkan )
Catatan :
Cirri – ciri air mani adalah :

1. keluarnya dengan memancar ( tersendat – sendat )
2. saat keluar terasa lezat
3. baunya :
a. jika masih basah seperti bau adonan roti, atau bau mayang korma
b. jika sudah kering seperti bau putih telur.

3. Fardhu mandi

Fardhu mandi ada 3, yaitu :
a. Niat. Niat ini di baca di dalam hati pada saat mulai membasuh bagian manapun dari tubuh. Adapun lafal niat mandi adalah :

NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA’AALAA.

Artinya : ( di baca dalam hati! )
“ aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena allah taala.”

b. membasuh seluruh tubuh dengan air sampai rata ( semua rambut dan kulitnya harus kena air )
c. menghilangkan najis jikad ada di badan.

4. Sunat mandi

Sunat mandi ada 5, yaitu :
a. membaca basmalah ( “ bismillaahir rahmaanir rahiim “ )
pada saat akan memulai mandi.
b. berwudhu ( sebelum mandi ) seperti dudhu hendak sholat.
c. Membasuh ( menggosok ) badan dengan tangan sampai 3 kali
d. Mendahulukan yang kanan dari pada yang kiri.
e. Muwalat,yaitu sambung menyambung dalam membasuh anggota badan.

5. Mandi sunat.

Selain mandi wajib, ada beberapa mandi yang di sunatkan, yaitu :
a. mandi ketika hendak sholat jum’at
b. mandi ketika hendak sholat idul fitri
c. mandi ketika hendak sholat idul adha
d. mandi setelah sembuh dari penyakit gila
e. madni ketika hendak melaksanakan ihram haji atau umrah
f. mandi setelah memandikan mayat
g. mandi seorang kafir setelah masuk islam
h. dan lain – lain.

6. Beberapa larangan bagi orang yang mempunyai hadats besar.

a. larangan bagi orang yang sedang junub :

1. mendirikan sholat, baik sholat wajib mapun sholat sunat
2. mengerjakan thawaf, baik thawaf rukun haji maupun thawaf sunat.
3. menyentuh atau membawa Al-Qur’an.
4. mebaca Al- Qur’an
5. berhenti lama ( berdiam ) di mesjid

B. larangan bagi orang yang sedang haid dan nifas

1. semua larangan bagi orang yang sedang junub ( 1 – 5 di atas ) berlaku pula bagi orang yang sedang haid nifas
2. di cerai ( di talak )
3. berpuasa, baik puasa wajib maupun puasa sunat
4. bersetubuh
5. bersenang – senang antara pusat dan lutut
6. menyebrangi mesjid jika khawatir mengotorinya dengan darah.

sumber: http://panduansholat.blogspot.com

Wudhu

Alhamdulilah, pada kesempatan yang baik ini saya bisa menulis kembali beberapa tulisan atau terusan yang mengenai pembahasan tentang sholat. Ini merupakan mujijat buat saya, karena sudah hampir 3 tahun lebih saya tidak melanjutkan tulisan diblog ini. Luar biasa, tentunya waktu 3 tahun merupakan jangka yang cukup panjang. Seperti yang telah saya jelaskan bahwa saya akan melanjutkan tulisan saya ini secara berangsur - angsur. Nah mungkin baru kali ini hati saya terketuk kembali untuk segera melanjutkan tulisan yang sangat bermanfaat untuk saya pribadi maupun untuk para pembaca blog saya yang memang membutuhkan.

Kalau saya lihat di bawah pembahasan tulisan saya baru sampai mengenai MANDI. Mandi merupakan salah satu syarat untuk sahnya menjalankan sholat. Sedangkan pembahasan kita disini masih sangat jauh atau panjang. Karena nanti pada intinya saya akan menyampaikan inti yang sebenarnya, yaitu panduan sholat atau tata cara melakukan sholat.

Baiklah mari saja segera saya lanjutkan tulisan saya yaitu mengenai WUDHU.

Wudhu menurut bahasa artinya bersih atau indah, sedangkan menurut syara adalah membersihkan anggota wudhu untuk menghilangkan hadas kecil.

  1. Rukun – rukun wudhu.

Rukun wudhu dapat di bagi menjadi enam :

  1. niat
  2. membasuh muka
  3. membasuh kedua tangan hingga siku
  4. mengusap sebagian rambut kepala
  5. membasuh kedua kaki hingga mata kaki
  6. tertib artinya teratur tidak bolak balik.

  1. Sunah – sunah wudhu.

Ada beberapa hal yang termasuk ke dalam sunah – sunah wudhu di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. dimulai dengan membaca BASMALAH ( bismillahir rahmaanir rahiim )
  2. membasuh kedua tangan sampai pergelangan tangan.
  3. berkumur – kumur membersihkan gigi
  4. membersihkan lubang hidung.
  5. membasuh seluruh rambut kepala dengan air
  6. membasuh kedua telinga, bagian luar dan dalam.
  7. membersihkan sela jari tangan dan kaki
  8. membaca doa sesudah wudhu.
  9. selalu mendahulukan yang kanan dan mengahirkan dengan yang kiri
  10. semuanya di lakukan tiga kali

  1. Batalnya wudhu.

Ada beberapa hal yang membatalkan wudhu di antaranya sebagai berikut :

  1. keluarnya benda dari qubul atau kemaluan dan dubur atau anus misalnya kentut, buang air besar ( pup )
  2. hilang akal ( gila ), mabuk, pingsan, dsb.
  3. menyentuh kemaluan qubul ataupun dubur anus dengan tangan kanan atau jari – jari tangan dengan tanpa penutup, baik terhadap kemaluan miliknya atau anaknya sendiri.
  4. bersentuhan kulit antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya.
  5. tidur.

  1. Tata cara berwudhu

Ada beberapa tata cara berwudhu yaitu di antaranya :

  1. dimulia dengan membaca “BASMALAH” sambil mencuci kedua tangan sampai pergelangan tangan hingga bersih.
  2. berkumur sambil membersihkan gigi
  3. membersihkan lubang hidung tiga kali
  4. membasuk muka tiga kali, mulai dari tumbuhnya rambut kepala sampai bawah dagu dan dari telinga kanan hingga telinga kiri, di sertai niat wudhu :

bacaanya sebagai berikut :

Nawaitul Wudhuu-a li raf’il hadatsil ashghari fardhal lillahi ta’aala.

Artinya : aku berniat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil. Fardhu karena Allah ta’aala.

  1. setelah itu membasuh kedua tangan hingga siku sebanyak tiga kali.
  2. membasuh rambut kepala sebanyak tiga kali
  3. membasuh kedua telinga sebanyak tiga kali
  4. membasuh kedua kaki sebanyak tiga kali
  5. tertib artinya tidak bolak – balik.

  1. Berdoa sesudah wudhu.

Sebaiknya segala sesuatu harus di akhiri dengan doa, termasuk setelah wudhu adapun doa setelah wudhu adalah sebagai berikut :

Asyhadu al laa ilaaha illallahu wahdahu la syariika lah, wa asyhadu anna muhamadan abduhu wa rasuuluh. Allaahummaj’alnii minattawabiina waj’alni minal mutatahhirin, waj’alni min ibaadikash shaalihiin, subhaanakallaahumma wa bi hamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya :

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan ( yang berhak di sembah ) kecuali Allah yang maha esa, tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba dan rasul Nya. Ya Allah jadikanlah aku termasuk golongan orang – orang mensucikan diri, dan jadikanlah aku termasuk orang – orang yang saleh. Maha suci engkau ya Allah dan dengan memujimu, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan ( yang berhak di sembah ) kecuali engkau. Aku mohon ampun kepadaMu dan aku bertoba kepadamu.

Baiklah mungkin baru sampi disini saja dulu tulisan saya, lain waktu insya Allah jika saya sehat akan saya lanjutkan tulisan ini. Tegur sapa sangat saya harapkan disini silahkan tuliskan kritik dan sarannya mengenai tulisan ini siapa tau ada yang salah insya allah saya akan perbaharui.

.....Sesungguhnya Sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar.


sumber: http://panduansholat.blogspot.com/2008/09/wudhu.html

Dzikir Setelah Sholat

Dari Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz kepada seluruh orang yang melihat tulisan ini dari kalangan kaum muslimin

“Merupakan dari perbuatan sunnah, seorang muslim mengucapkan setelah setiap shalat fardu membaca astaghfirullahuASTAGHFIRULLAH tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan:

dzikir01

ALLAHUMMA ANTAS SALAAM WA MINKAS SALAAM TABAARAKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR, WALAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH

dzikir02

LAA ILAAHA ILLALLAHU, WALAA NA’BUDU ILLA IYYAHU, LAHUN NI’MATU WALAHUL FADHLU WALAHUTS TSANAA-UL HASAN, LAA ILAAHA ILLALLAHU, MUKHLISHIINA LAHUDDINA WALAU KARIHAL KAAFIRUUN, ALLAHUMMA LAA MAA NI’A LIMAA A’THOITA, WA LAA MU’TIYA LIMAA MANA’TA, WALAA YANFA’ DZAL JADDI MINKAL JADDU.

Khusus setelah shalat subuh dan maghrib, bacalah zikir yang dibawah ini sepuluh kali setelah mengucapkan zikir yang di atas:

dzikir05

LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WAYUMIIT WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR

Kemudian membaca: subhanallahu001SUBHAANALLAH tigapuluh tiga kali, alhamdulillah001ALHAMDULILLAH tigapuluh tiga kali; allahuakbarALLAHU AKBAR tigapuluh tiga kali; untuk melengkapi bilangan menjadi seratus bacalah:

dzikir05

LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR

Kemudian membaca ayat kursi, kemudian surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas, kalau seandainya setelah shalat subuh dan maghrib dibaca tiga kali.

Inilah yang lebih baik (afdhal) dan semoga Allah menganugerahkan shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad dan atas keluarga beliau dan sahabat-sahabatnya serta yang mengikutinya dengan baik sampai hari.

sumber: http://sholat.wordpress.com/2008/10/31/dzikir-setelah-sholat/

Tuntunan doa selesai shalat



Selesai Shalat, jangan langsung kabur.... berdoalah dulu.

Alloh sangat suka pada hambaNya yang berdoa padaNya dan Alloh malu kalau tidak mengabulkan doa hambaNya yang sudah mengadahkan tangan memohon padaNya.

Ini hanya beberapa contoh doa yang bisa dibaca setelah shalat, masih banyak doa yang lainnya dan berdoa pun bisa menggunakan bahasa Indonesia. yang penting doa harus sungguh-sungguh meminta dan bukan untuk kejelekan / kedholiman.

Diawali dengan Wirid dulu..

Astaghfirulloh 3x
Allohumma antas salam, wa mingka salam, tabarokta ya dzal jalali wal ikhrom

Sub’haanalloh 33x
Al’hamdulillah 33x
Allohu Akbar 33x
Laa Ilaaha Illalloh 10x

Laa Ilaaha Illallohu wahdah
Laa syariikalah
Lahul mulku walahul hamdu
Wahuwa alaa qulli syay-in qodiir

Bismillaahi rohmaanir rohiim

(Asmaul Husna)
1. Yaa Alloohulladzii Laa Ilaaha Illaa Annta
2. Yaa Rohmaanu
3. Yaa Rohiimu
4. Yaa Maliku
5. Yaa Qudduusu
6. Yaa Salaamu
7. Yaa Mu’minu
8. Yaa Muhaiminu
9. Yaa Aziizu
10. Yaa Jabbaaru
11. Yaa Mutakabbiru
12. Yaa Khooliqu
13. Yaa Baari’u
14. Yaa Mushowwiru
15. Yaa Ghoffaaru
16. Yaa Qohhaaru
17. Yaa Wahhabu
18. Yaa Rozaaqu
19. Yaa Fattaahu
20. Yaa ‘Aliimu
21. Yaa Qoobidhu
22. Yaa Baasithu
23. Yaa Khoofidhu
24. Yaa Roofi’u
25. Yaa Mu’izzu
26. Yaa Mudzillu
27. Yaa Samii’u
28. Yaa Bashiiru
29. Yaa Hakamu
30. Yaa ‘Adlu
31. Yaa Lathiifu
32. Yaa Khobiiru
33. Yaa Haliimu
34. Yaa ‘Adziimu
35. Yaa Ghofuuru
36. Yaa Syakuuru
37. Yaa ‘Aliyyu
38. Yaa Kabiiru
39. Yaa Hafiizhu
40. Yaa Muqiitu
41. Yaa Hasiibu
42. Yaa Jaliilu
43. Yaa Kariimu
44. Yaa Roqiibu
45. Yaa Mujiibu
46. Yaa Waasi’u
47. Yaa Hakiimu
48. Yaa Waduudu
49. Yaa Majiidu
50. Yaa Baa’itsu
51. Yaa Syahiidu
52. Yaa Haqqu
53. Yaa Wakiilu
54. Yaa Qowiyyu
55. Yaa Matiinu
56. Yaa Waliyyu
57. Yaa Hamiidu
58. Yaa Muhshii
59. Yaa Mubdi’u
60. Yaa Mu’iidu
61. Yaa Muhyii
62. Yaa Mumiitu
63. Yaa Hayyu
64. Yaa Qoyyuumu
65. Yaa Waajidu
66. Yaa Maajidu
67. Yaa Waahidu
68. Yaa Shomadu
69. Yaa Qoodiru
70. Yaa Muqtadiru
71. Yaa Muqoddimu
72. Yaa Mu’akhiru
73. Yaa Awwalu
74. Yaa Aakhiru
75. Yaa Dhoohiru
76. Yaa Baathinu
77. Yaa Waalii
78. Yaa Muta’aalii
79. Yaa Barru
80. Yaa Tawwaabu
81. Yaa Muntaqimu
82. Yaa ‘Afuwwu
83. Yaa Ro’uufu
84. Yaa Malikal Mulki
85. Yaa Dhal Jalaali wal Ikroom
86. Yaa Muqsithu
87. Yaa Jaami’u
88. Yaa Ghoniyyu
89. Yaa Mughnii
90. Yaa Maani’u
91. Yaa Dhoorru
92. Yaa Naafi’u
93. Yaa Nuuru
94. Yaa Haadii
95. Yaa Baadii’u
96. Yaa Baaqii
97. Yaa Waaritsu
98. Yaa Rosyiidu
99. Yaa Shobuuru

Memulai berdo’a

Allohumma sholli alaa Muhammade’, wa alaa aali Muhammade’, kama sholaita alaa aali Ibrohim, wa barik alaa Muhammade’, wa alaa aali Muhammade’, kama barokta alaa aali Ibrohim fil alamina innaka hamidum majid.
Ya Alloh berilah Rohmat pada Nabi Muhammad, dan kepada keluarga Nabi Muhammad, seperti memberi Rohmat Engkau atas keluarga Nabi Ibrohim di dalam alam semesta, sesungguhnya Engkau Alloh Maha Terpuji dan Maha Agung.

Do’a agar permintaan dikabulkan Alloh
Allohumma Inni As-aluka Bi Anii Asyohadu Annaka Annt-Alloh, Laa Ilaaha Illa Anntal, Ahadus Shomadul Ladzii Lamyalide, Walam Yulade, Walam Yakul Lahu Kufuan Ahade
(Ya Alloh sesungguhnya aku minta aku pada Engkau, sebab sesungguhnya bersaksi kami sesungguhnya Engkau Alloh, tidak ada Tuhan kecuali Alloh yang Esa, Maha Bijaksana, Zat yang tidak beranak, dan tidak dianakkan, tidak ada bagi Engkau yang menyamai seorangpun)

Do’a agar bisa termasuk dalam do’a Rasullulloh SAW - Hadis Tarmidzi
Allohumma Inni As-aluka Min Khoiri Maa Sa-Alaka Minhu Nabiyyuka Muhammadun SAW, Wa-a’uudzubika Min Syarri Mas Ta’adza Minhu Nabbiyuka Muhammadun SAW, Wa Anntal Musta’aanu, Wa ‘alaikal Balaagh, Walaa Haula walaa Quwwata Illa Billah
(Ya alloh sesungguhnya kami minta pada Engkau dari baiknya apa-apa yang nabi Engkau Muhammad SAW berlindung kepadaMU, dan dari sejelek-jeleknya apa-apa yang minta perlindungan Nabi Engkau Muhammad SAW, adapun Engkau Zat yang Menolong dan atas Engkau menyampaikan, tidak ada upaya dan tidak ada kekuatan kecuali Engkau Alloh)

Do’a Mohon Pengampunan (HR. tarmidzi) – dibaca pagi sore
Alloohumma anta robbi laa ilaaha illaa anta kholaq tanii, wa anaa ab’duka wa anaa alaa ahdika wa wa’dika mas tatho’tu, a’uudzubika min syarri maa shona’tu, wa abu’u ilayka bi ni’matika alayya, wa a’tarifu bidzunuubii faghfirlii dzunuubii, innahuu laa yaghfirudz dzunuuba ilaa annta.
Ya Alloh Engkau Tuhanku tak ada Tuhan kecuali Engkau Alloh yang menciptakan padaku, dan aku hamba Engkau dan aku menetapi janjiMu dan janji Engkau Alloh selagi mampu aku, berlindung aku dari jeleknya apa-apa yang perbuat dan bertaubat aku pada Engkau dengan nikmat Engkau atasku dan mengakui aku dengan dosa-dosaku maka ampunilah aku pada dosa-dosaku, sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau Alloh.

Do’a untuk kedua orang tua

Robbigh Firlii Walii Walii dayya wa lil mu’miniinal yawmal yakuumul hisaab
Robbigh Firlii Walii Walii dayya war ham humaa kama rob’ba yaani Shogiira


Do’a mohon harta dan anak yang banyak dan barokah
Allohumma aktsir maalii wawaladii
Wabbariklii fiimaa a’thoitanii

Ya Alloh limpahkanlah harta dan anak-anak yng banyak kepadaku dan barokahilah dalam pemberianmu itu kepadaku (HR Bukhori)


Do’a agar punya istri dan anak yang menyenangkan, bisa jadi pemimpin – Al Furqon 25:74
Robbanaa hab’lanaa min aazwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa
(Ya alloh berilah kepada kami dari istri kami dan keturunan kami yang taqwa dan bisa menjadi pemimpin)

Do’a agar punya anak yang sholih – Surat Al-Imron ayat 38)
Robbi Hab’lil Miladunnka Dzurriyyatan Thoyyibah, Innaka Sami’ud Du’aa
(Ya Alloh berilah pada kami dari sisi-Mu anak cucu yang baik yang sholih, sesungguhnya Engkau Zat Maha Mendengar pada Do’a)

Do’a agar tetap jadi orang Iman sampai mati – Al Imron ayat 81
Robbanaa Laatuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa Wahab’lanaa Miladunnka Rohmah, Innaka Anntal Wahhab’
(Duh Tuhan kami jangan menyimpangkan pada hati kami, sesudahnya ketika menunjukkan Engkau pada kami, dan memberi Engkau dari sisiMu rohmat, sesungguhnya Engkau Zat Pemberi)

Do’a mengharapkan Syurga Alloh – K.Da’waf, dibaca 3x agar mustajab
Allohumma Inna Nas Aluka Ridhoka wal jannah, Wa Naudzubika Min Sakhotika wannar
(Ya Alloh sesungguhnya minta kami kepada Engkau pada ridhoMu ya Alloh dan minta kami pada SyurgaMu ya Alloh dan berlindung kami dari Neraka Engkau ya Alloh)

Do’a ingin masuk Syurga, selamat dari Neraka
Allohumma Inni As-Aluka Jannatal Firdaus, Wamaa Qorroba Ilaihaa Min Qoulin Au’Amal, Wa-auudzubika Min-Nannar, Wamaa Qorroba Ilaiha Min Qoulin Au’Amal
(Ya Alloh, sesungguhnya kami memohon pada Engkau Syurga Firdaus, dan apa-apa yang mendekatkan dengan Syurga Firdaus dari ucapan dan perbuatan, dan berlindung kami pada Engkau dari siksa neraka dan apa-apa yang mendekatkan dengan neraka, baik ucapan maupun perbuatan)

Do’a agar bisa berangkat ke tanah suci menunaikan Haji
Allohumma Balighnaa Makkata, Wal-Madiinata, Wal’Arofah, Walzuq’nal Hajjal Mab’rur, Wardho’anna, Waghfirlanaa, Warhamnaa, Annta Maulanaa, Fanshurnaa ’Alal Qoumil Kafiriin
(Ya Alloh sampaikan kami ke Mekah, dan Madinah, dan Arofah, dan berilah rezeki kami, jadikanlah kami Haji yang baik, dan ridhoilah kami , dan ampuni kami, dan sayangi kami, Engkau Alloh kekasih kami, tolonglah kami mengalahkan kaum yang kafir)

Do’a selamat dari siksa kubur
Allohumma ini audzubika min adabil qobri, wa audzubika min fitnatil masi’id dajal,
wa audzubika min fitnatil mahya, Wal ma mati, allohumma ini audzubika minal maksami, wal magromi
(Ya Allah sesungguhnya kami berlindung pada Engkau dari siksa kubur, dari kerusakan penjelajah dajal, dari kerusakan hidup, dari kerusakan mati, sesungguhnya kami berlindung pada Engkau dari dosa besar dan keberatan utang)


Do’a agar kecukupan, At-Taubah 9:129 dibaca 7x pagi atau sore atau sebanyak-banyaknya
Hasbiyalloohu la ilaaha illaa huwa alayhi tawakkaltu wa huwa robbul arsyil azhiim
(Telah mencukupi Alloh padaku tidak ada Tuhan kecuali Engkau Alloh dan atas Alloh berserah diri kamu dan adapun Alloh itu memiliki Arsy yang agung)

Doa keselamatan

Jika engkau membaca doa ini pada pagi hari sebanyak 3x dan sore hari sebanyak 3x, maka tidak ada sesuatupun yang akan bisa mencelakakan dirimu. (H.R. Tirmidzi)
Bismillaahil ladzii laa yadurru ma'asmihii syai’un fil ardhi wa laa fis samaa’i wa huwas samiul 'aliim.
(Dengan nama Allah tidak ada yang dapat memelaratkan aku sesuatu yang ada didalam bumi dan tidak di langit dan Dia Alloh Maha Mendengar dan Maha Mengetahui)

Dibaca pagi dan sore diawali oleh Ta’awudz sebanyak 3x, akan dijaga oleh 70000 malaikat, dan jika mati dianggap sebagai mati syahid.
(Audzu billahisami’il aalimi minas syaithoonir rojim 3x)
Huwal laahul ladzii laa-ilaaha illa huwa ‘aalimul ghaibi wasyahaadati huwar rahmaanur rahiim. Huwal laahul ladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus salaamul mu’minul muhaiminul aziizul jabbaarul mutakabbir, subhaanal laahi ammaa yusyrikuun. Huwal laahul khaaliqul baari-ul mushawwiru lahul asmaa-ul husnaa, yusabbihu lahuu maa fis samaawaati wal ardhi wa huwal aziizul hakiim
.
(Dia itu Allah, tiada Tuhan selain Dia yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dia itu Allah, tiada Tuhan selain Dia, Dia pemegang kuasa tertinggi, maha Suci, Maha penyelamat, Maha pengarunia keamanan, Maha Pemelihara, maha Perkasa, Maha Kuasa dan memiliki segala ke-Agungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia itu Allah yang Maha Pencipta, yang Menjadikan, yang Membentuk rupa, yang Mempunyai nama-nama pilihan. Bertasbih memujaNya segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana)

Do’a Nabi Adam Minta Pengampunan (Al A’roof 7:23)
Robbanaa dholamnaa annfusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriin.

Do’a penjagaan diberi kebaikan dunia akhirat – Al Baqorah 2:201
Robbanna / Allahuma aatinaa fiddunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa adzaabannaar
(Ya Allah berilah pada kami di dunia kebaikan dan di akhirat juga kebaikan, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka)

Penutup do’a
Allohumma sholli ala Muhammade, wa ala ali Muhammade, walhamdulillah hirobbil ‘alamin
(Ya Alloh berilah keselamatan atas nabi Muhammad dan keluarganya. Adapun segala puji bagi Alloh TuhanNya semesta alam)

Semoga manfa'at barokah

sumber: http://destinationheavenindonesia.blogspot.com/2009/06/tuntunan-doa-selesai-shalat-setelah.html

Wednesday, September 8, 2010

Sholat Dhuha

Salat Dhuha adalah salat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Jumlah raka'at salat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka'at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka'at sekali salam.

Hadits Rasulullah SAW terkait salat dhuha antara lain :

  • “Barang siapa salat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
  • "Siapapun yang melaksanakan salat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (H.R Tirmidzi)
  • "Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW salat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat." (HR Abu Daud)
  • "Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,"Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang salat dhuha‘. Ia bersabda,?Salat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari)." (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)
  • "Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat salat dhuha, karena dengan salat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)
  • "“Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat salatnya setelah salat shubuh karena melakukan i’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat salat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)
Doa Sholat Dhuha

Doa sesudah sholat dhuha

doa-sholat-dhuha1

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Doa Rezeki

1. Doa untuk menarik rezeki dari setiap penjuru (dibaca 7x setelah sholat fardhu)

scan0003

Artinya: “Wahai Allah limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad sebanyak aneka rupa rezeki. Wahai Dzat yang maha meluaskan rezeki kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakkanlah rezekiku dari segenap setiap penjuru dari perbendaharaan rezeki-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu juga. Dan, limpahkanlah pula rahmat dan salam atas dan para sahabat beliau”

2. Doa untuk mendapatkan rezeki yang halal (dibaca 3x setelah sholat jumat/sholat fardhu)

scan0002

ALLAHUMMA YAA GHANIYYU YA HAMIIDU YAA MUBDI’U YAA MU’IIDU YAA RAHIIMU, YAA WADUUDU AGHNINII BI HALAALIKA‘AN HARAAMIKA WAKFINII BI FADHLIKA ‘AMMAN SIWAAKA WA SHALLALLAHU ‘ALAA MUHAMMADIN WA AALIHI WA SALLAMA.

Artinya: “Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Kaya, wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang memulai, wahai Dzat yang mengembalikan, wahai Dzat yang mencintai. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga dan sahabat beliau.”

3. Doa untuk mendapatkan rezeki yang melimpah (dibaca setelah sholat fardhu)

scan0004

ALLAHUMMA YAA AHADU YAA WAAHIDU YAA MAUJUUDU YAA JAWWAADU YAA BAASITHU YAA KARIIMU YAA WAH-HAABU YAA DZATH THOULI YAA GHANIYYU YAA MUGHNII YAA FATTAHU YAA RAZAAQU YAA ‘ALIIMU YAA HAYYU YAA QAYYUMU YAA RAHMAANU YAA RAHIIM YAA BADII’AS SAMAAWAATI WAL ARDHI YAA DZAL JALAALI WAL IKRAANI YA HANNAANU YAA MANNAANU INFAHNI MINKA NAFHATIN KHAIRIN TUGHNINII ‘AMMAN SIWAAKA

Artinya: Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Tunggal tidak memiliki bagian, wahai Dzat Yang Maha Tunggal, tidak menyerupai makhluk dan tidak sekutu, wahai Dzat Yang Maujud, wahai Dzat yang amat murah hati, wahai Dzat yang Melempangkan rezeki, wahai Dzat Yang memiliki anugerah, wahai Dzat Yang maha kaya, wahai Dzat yang Maha membuka, wahai Dzat Yang Maha member rizki, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui, wahai Dzat Yang Maha Hidup, wahai Dzat yang Maha berdiri sendiri, wahai Dzat Yang Maha Pengasih, wahai Dzat yang Maha Penyayang, wahai Dzat Yang Menciptakan langit dan bumi, wahai Dzat Yang Memiliki keagungan dan Kemuliaan, wahai Dzat yang Maha Memberi, semerbakkanlah aku dari-Mu dengan semerbak yang bagus yang dapat memcukupi aku dari selain Engkau”

4. Doa untuk memudahkan mata pencaharian (dibaca 7x saat menuju tempat kerja)

scan0006
Artinya: “Dengan nama Allah, semoga Engkau menjaga diri kami, harta kami dan agama kami. Wahai Allah, ridhailah kamu dengan ketetapan-Mu dan berilah kami berkah kepada kami pada segala apa yang Engkau percepat apa yang Engkau akhiri dan tidak pula menyukai mengakhiri apa yang Engkau cepatkan”

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Salat_Dhuha
http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/achsan/2009/08/18/doa-sholat-dhuha/

sholat tahajud

Shalat Sunat Tahajud
Shalat sunat tahajud adalah shalat yang dikerjakan pada waktu tengah malam di antara shalat isya dan Shalat shubuh setelah bangun tidur. Jumlah rokaat shalat tahajud minimal dua rokaat hingga tidak terbatas. Saat hendak kembali tidur sebaiknya membaca ayat kursi, surat al ikhlas, surat al falaq dan surat an nas.

Hukum shalat Tahajjud adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan). Shalat sunnah ini telah tetap berdasarkan dalil dari Al-Qur-an, Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan ijma’ kaum Muslimin.

Shalat Tahajjud memiliki sekian banyak keutamaan dan keistimewaan sehingga seorang penuntut ilmu sangat ditekankan untuk mengerjakannya. Di antara keistimewaannya adalah.

[1]. Shalat Tahajjud adalah sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
[2]. Shalat Tahajjud merupakan kemuliaan bagi seorang Mukmin.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
[3]. Kebiasaan orang yang shalih.
[4]. Pendekatan diri kepada Allah Ta’ala.
[5]. Menjauhkan dosa.
[6]. Penghapus kesalahan.
[7]. Shalat malam adalah wasiat yang pertama kali Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sampaikan kepada penduduk Madinah ketika beliau memasukinya. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
[8]. Shalat malam sebagai sebab diangkatnya derajat seseorang. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ketika ditanya tentang tingkatan dalam derajat.
[9]. Dapat menguatkan hafalan Al-Qur-an, membantu bangun untuk shalat Shubuh, mencontoh generasi terdahulu, dan lainnya.
[10]. Dapat menyembuhkan berbagai penyakit

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5056590